Masuk

Ingat Saya

PERAN GENERASI MUDA DALAM PENCEGAHAN TERORISME

Dewasa ini, isu mengenai terorisme semakin berkembang di masyarakat. Isu terorisme berawal dari kasus pemboman di bali yang dikenal dengan kasus bom bali I pada tahun 2002. Sejak kejadian itu perhatian masyarakat indonesia berkaitan dengn bahaya terorisme semakin populer ditambah lagi dengan deretan kejadian serupa oleh teroris seperti Bom Bali II, Bom Kuningan Dsb.

Dengan kejadian demi kejadian terorisme yang terjadi, mulailah digalakkan upaya-upaya pencegahan bahaya terorisme. Mulai dari sosialisasi atau penyuluhan oleh pemerintah, pembimbingan, pengajaran atau upaya yang lebih tinggi tingkatannya berupa razia di rumah-rumah atau tempat-tempat yang dicurigai sebagai berkumpulnya para terorisme.

Adapun dalam upaya pencegahan terorisme ini, semua pihak haruslah ikut andil atau terlibat baik itu angkatan, aparat penegak hukum, pemerintah maupun masyarakat itu sendiri. Dalam hal ini juga, peran masyarakat cukup vital dalam angka pencegahan bahaya terorisme ini karena seperti kita ketahui umumnya dari kejadian-kejadian penangkapan pelaku teror ini, masyarakat yang tinggal di sekitar rumah pelaku teror tak mengetahui bahwa ia adalah seorang terorisme, artinya masyarakat harus lebih peka terhadap tetangga-tetangganya jika ada hal-hal yang mencurigakan dari orang-orang yang tidak dikenal perlu dilakukan pengawasan atau lebih baik juga dilapor kepada pihak yang berwenang.

Begitupun juga peran generasi muda dalam pencegahan terorisme ini sangatlah besar, karena generasi muda marupakan bibit-bibit yang sangat diandalkan dalam pencegahan terorisme ini. Namun generasi muda ini juga merupakan terget para terorisme karena mudahnya memperdaya para pemuda yang memiliki sifat terbuka dengan hal-hal baru.

Adapun upaya-upaya yang dapat dilakukan generasi muda dalam pencegahan terorisme ini antara lain para generasi muda terpelajar dapat melakukan sosialisasi mengenai bahaya dari kejahatan terorisme ini, mulai dari keluarga, teman maupun lingkungan sekitarnya. Atau juga dapat melakukan penyuluhan-penyuluhan ke daerah-daerah tertentu yang rentan anak mudanya terlibat dalam kejahatan terorisme. Hal ini sangat penting dilakukan karena kurangnya pemahaman masyarakat akan bahaya terorisme ini, apalagi pelaku teror dalam merekrut anggotanya mentergetkan kepada anak muda yang kurang aktif dalam pergaulan bermasyarakat atau tertutup. Dengan memberikan pemahaman-pemahaman tentang bahaya terorisme inilah diharapkan tak ada lagi masyarakat terkhususnya generasi muda yang terlibat akan terorisme ini.

Perkembangan teknologi yang pesat juga dapat membantu generasi muda dalam menyebarkan pemahaman-pemahaman anti terorisme dikalangan masyarakat, lingkungan dan terutama tentunya terhadap teman-temannya. Munculnya sosial media – sosial media yang sangat digemari oleh generasi muda harusnya dapat dimaksimalkan sebagai sarana kampanye anti terororisme yang sangat bagus karena sifatnya yang terbuka dan bisa dilihat siapa saja. Para generasi muda dapat memaksimalkan sarana itu untuk melakukan sosialisasi yang lebih modern tanpa membutuhkan waktu, tenaga dan biaya yang besar.

Sebenarnya masih banyak hal-hal lain yang bisa dilakukan generasi muda dalam aksi pencegahan terorisme ini, namun tak begitu penting seberapa banyak langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk pencegahan terorisme ini jika langkah pertama tidak dilakukan. Artinya apa yang dikemukakan diatas haruslah kita laksakan dimulai dari diri sendiri dahulu lalu ke keluarga, ke teman maupun ke lingkungan. Tanamkan pada diri sendiri dan tularkan kepada orang lain bahwa terorisme itu berbahaya tapi bukan berarti tidak dapat di cegah. Tutup celah pergerakan mereka dengan melaporkan kepada pihak berwenang akan kegiatan yang mencurigakan atas orang yang tak dikenal, tutup celah penyebaran informasi mereka dengan menyebarluaskan bahaya dan doktrin tentang bahaya terorisme. Semua pihak harus bergandengan tangan. Yakin terorisme bisa dibasmi.

#DamaiDalamSumpahPemuda